Pengelolaan sampah
sabayouth
Pengolahan Sampah
Bank Sampah
Pemilahan Sampah
Kegiatan Membuat Kompos di Sekolah
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Dengan jumlah tanaman di SMA Negeri 1 Bantul yang sangat banyak, yang berjumlah lebih dari 2000 tanaman. Tentu saja sampah daun kering yang dihasilkan setiap harinya cukup melimpah. Dengan demikian, banyak upaya yang kami lakukan untuk memanfaatkannya menjadi sesuatu produk yang lebih berguna, salah satunya yaitu kompos. Dalam kegiatan ini, melibatkan setiap kelas secara bergilir membuat kompos setiap satu minggu sekali.
Kegiatan ini telah berjalan bertahun-tahun dan telah terbukti dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya mengelola sampah, terlebih sampah organik.
Kegiatan Menabung Sampah
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
SMA Negeri 1 Bantul merupakan sebuah institusi bidang Pendidikan dengan jumlah civitas akademika sekitar 1.000 orang. Populasi yang demikian besar akan berimbas pada sampah yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu maka Perpustakaan AMARTA SMAN 1 Bantul, menjawab tantangan ini dengan aplikasi literasi Ekonomi lingkungan dengan menyediakan layanan Bank Sampah melalui Kader SBL serta menggandeng mitra dari luar sekolah untuk memperlancar kegiatan ini.
Melalui pembiasaan kegiatan memilah sampah, siswa akan dilatih untuk membuang sampahnya sesuai tempat yang disediakan, sedangkan sampah an organic yang masih bermanfaat akan dipilah / dikelompokkan sesuai jenisnya dan disetorkan kepada Bank Sampah sekolah melalui perwakilan kelas dengan membawa kartu anggota, yang akan dilayani oleh kader SBL. Jika sampah telah terkumpul maka mitra akan diundang untuk membeli barang tersebut, dan uang yang terkumpul akan disumbangkan kepada kelompok masyarakat sekitar sekolah. Sehingga melalui kegiatan ini diharapksan siswa SMAN 1 Bantul akan memiliki rasa peduli pada kebersihan sampad di lingkungan sekitar, serta karakter yang baik pada masyarakat sekitar.
Kegiatan Pemilahan Sampah di Bank Sampah
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan memilah sampah SMA N 1 Bantul dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Sampah yang dipilah berasal dari pengumpulan sampah setiap kelas dan dari acara kegiatan sekolah. Pemilahan sampah ini dilakukan untuk membedakan jenis sampah yang akan dikelola.
Dimana jenis sampah anorganik akan dijual atau dibuat kerajinan oleh siswa dan sampah organik akan diolah kembali, contohnya pembuatan kompos. Hasil dari penjualan sampah anorganik dimasukkan ke kas SBL.
Kegiatan Membuat Biogas
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Peneliti melakukan sebuah inovasi berupa memanfaatkan sisa makanan dan sayuran sisa menjadi sebuah biogas yang memiliki manfaat sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Penemuan energi alternatif ini sebagai pengganti bahan bakar yang telah ada saat ini.
Tentu saja SMA Negeri 1 Bantul tidak mau ketinggalan dalam kegiatan ini. Kami melakukan pembuatan biogas di sekolah setiap satu bulan sekali yang diikuti oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Bantul secara bergilir. Dengan demikian, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Bantul mendapatkan ilmu mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga ini.
Kegiatan Pembuatan dan Perawatan Biopori
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Pemeliharaan biopori dilakukan setiap dua bulan sekali untuk menghasilkan pupuk organik yang dinilai lebih aman digunakan daripada pupuk kimia. Seluruh biopori berfungsi dengan baik dan dapat dipanen secara rutin dengan hasil yang memuaskan. Hasil dari biopori di SMA N 1 Bantul digunakan sebagai pupuk tanaman di lingkungan sekolah sehingga dapat dipastikan, buah dan sayur yang dihasilkan di SMA N 1 Bantul aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Pemanfaatan Baglog Bekas Menjadi Kompos
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
SMA Negeri 1 Bantul telah sukses dalam berbagai jenis budidaya, salah satunya ialah budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Banyaknya jumlah budidaya jamur tiram di SMA Negeri 1 Bantul menimbulkan cukup banyak limbah baglog yang tidak terpakai. Kami berupaya menjadikan limbah baglog tersebut agar dapat bermanfaat dengan mengolahnya menjadi kompos dengan cara mencampurkan baglog dengan daun kering ke dalam komposter.
Referensi:
Edukasi Biogas Melalui Brosur
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Biogas merupakan salah satu pemanfaatan limbah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi suatu energi alternatif yang sangat bermanfaat. Sayangnya, dikalangan masyarakat saat ini masih asing dengan pemanfaatan limbah satu ini. Padahal, energi alternatif berupa biogas yang dihasilkan sangat bernilai, terlebih karena terbuat dari limbah yang tidak terpakai.
Oleh Karena itu, kami berupaya agar edukasi mengenai biogas ini tidak hanya kepada warga sekolah saja, melainkan kita juga berfokus kepada masyarakat umum agar lebih mengenal biogas.
Dalam hal ini, salah satu upaya yang kita lakukan adalah membuat brosur mengenai biogas yang diberikan kepada masyarakat umum. Dalam brosur tersebut berisi latar belakang pembuatan biogas, proses terbentuknya biogas, prosedur pembuatan, dan manfaat dari biogas.
Edukasi Budidaya Maggot di Sekolah
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Maggot Black Soldier Fly (BSF) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam (Hermetia illucens). Dalam hal ini, maggot BSF sangat berperan penting dalam upaya pengurangan sampah organik terlebih adalah limbah rumah tangga.
Namun sayangnya, pemanfaatan atau budidaya maggot ini masih belum dikenal oleh masyarakat umum. Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Bantul memutuskan untuk melakukan edukasi secara langsung mengenai budidaya maggot BSF ini, dengan tujuan agar warga sekolah mengatahui manfaat dan cara budidaya maggot BSF.
Hal ini tentu kami anggap penting demi dapat menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah organik seperti limbah kantin di sekolah.
Cara Membuat Kompos
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
1. Mempersiapkan Alat dan Bahan
Alat: Komposter, mesin penggiling, sekop kecil, karung, gelas ukur, dan penyaring (alat saring)
Bahan: 30-40kg Daun kering, 2 tutup botol EM4 pertanian, 100ml tetes tebu, dan 5 liter air
2. Menyiram dan Menggiling Daun
Daun kering terlebih dahulu dibasahi lalu digiling menggunakan mesin penggiling. Dapat juga dilakukan secara manual dipotong menggunakan gunting atau juga bisa ditumbuk.
3. Memasukkan Daun ke Dalam Komposter
Sebelum daun dimasukkan ke dalam komposter, terlebih dahulu memberi alas dalam komposter menggunakan kardus atau karton. Selanjutnya, daun yang sudah digiling dimasukkan ke dalam komposter.
4. Membuat Larutan Penyiram Kompos
Membuat larutan penyiram kompos dengan cara berikut:
Melarutkan setengah gelas (100ml) tetes tebu ke dalam ember yang berisi air sebanyak 5 liter.
Menambahkan dua tutup botol EM4 Pertanian ke dalam ember lalu aduk hingga rata.
5. Proses Pemeliharaan Kompos
Masukkan (siramkan) larutan penyiram kompos ke dalam komposter secukupnya secara merata.
Setelah itu, aduk daun dalam komposter menggunakan tongkat atau sekop kecil agar larutan penyiram kompos tercampur merata.
6. Tutup dan Rawat
Tutup komposter selama 2-3 bulan. Selama proses ini, daun dalam komposter selalu dicek dan disiram dengan larutan penyiram kompos minimal satu minggu sekali.
7. Memanen Kompos
Setelah 2-3 bulan lamanya, kompos sudah siap untuk dipanen dengan ciri-ciri: berwarna hitam atau cokelat gelap, tidak menggumpal saat dijatuhkan, bersuhu rendah, dan tidak berbau.
Kompos dikeluarkan dari tabung komposter, disaring, dan dipisahkan dari residu. Kompos dengan tekstur halus kemudian dikemas dalam plastik 4kg dan siap didistribusikan.
Cara Membuat Minikomposter
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
Kegiatan Sebelum Pandemi Covid-19
1. Siapkan Alat dan Bahan
Siapkan alat dan bahan: Pralon besar, pralon kecil, ember cat 20kg besar, tutup tong sampah bekas, cat minyak, kran air, solder, bor listrik, kran air kecil, gergaji, dan kuas.
2. Ukur dan Potong Pralon
Ukur dan potong pralon sesuai besar ember cat lalu lubangi menggunakan bor listrik.
3. Lubangi Ember dan Tutup Tong
Lubangi ember dan tutup tong sampah agar dapat dimasuki pralon.
4. Rakit
Rakit pralon, ember, dan tutup tong sampah seperti gambar. Pralon besar berlubang di tengah vertikal dan pralon kecil horizontal.
5. Warnai Dengan Cat
Setelah dirakit, cat bagian luar agar terlihat menarik dan tunggu hingga cat kering.
6. Siap Digunakan
Mini komposter siap dipakai, dapat menampung hingga 4-5kg bahan organik.
Membuat Kompos di Rumah
Kegiatan Semasa Pandemi Covid-19
Kegiatan Semasa Pandemi Covid-19
Seperti halnya yang dilakukan para siswa di sekolah, pada saat pandemi seperti ini, para siswa SMA Negeri 1 Bantul melakukan upaya demi terciptanya kelestarian lingkungan hidup di sekitar tempat tinggalnya. Salah satu upaya tersebut ialah membuatan kompos menggunakan mini komposter sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah organik yang terus bertambah jumlahnya di sekitar rumah. Alih-alih dengan membakar sampah yang menimbulkan pencemaran udara, kami mengolahnya menjadi suatu produk yang bernilai tanpa merusak lingkungan hidup.
Pembuatan kompos merupakan salah satu praktik dalam pembelajaran daring di rumah, maka dari itu siswa dianjurkan menggunakan seragam dalam praktiknya. Dilakukan pada jam pembelajaran sesi 2.
Membuat Minikomposter di Rumah
Edukasi terkait pembuatan minikomposter dan kompos kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Bantul tidak hanya berhenti pada kegiatan edukasi saja. Nyatanya, para siswa terdorong niatnya untuk membuat minikomposter seperti yang bisa anda lihat pada gambar.
Selain sebagai alat untuk membuat komposter, dalam kegiatan ini kita juga melakukan upaya pengurangan sampah anorganik, seperti mengolah sampah ember bekas cat menjadi minikomposter.
Disamping itu, selain kita membuat minikomposter untuk tempat membuat kompos, kita juga dapat memanfaatkan barang-barang sederhana di sekitar kita untuk menjadi wadah pembuatan kompos, seperti karung dan keranjang.
Pembuatan minikomposter merupakan salah satu praktik dalam pembelajaran daring di rumah, maka dari itu siswa dianjurkan menggunakan seragam dalam praktiknya. Dilakukan pada jam pembelajaran sesi 2.
Selalu Memilah Sampah di Rumah
Melalui pembiasaan kegiatan pilah sampah di sekolah, siswa akan dilatih untuk membuang sampahnya sesuai tempat yang disediakan, sedangkan sampah an organic yang masih bermanfaat akan dipilah / dikelompokkan sesuai jenisnya. Maka dari itu, tidak heran jika warga sekolah SMA Negeri 1 Bantul sudah menjadikan pemilahan sampah ini menjadi sebuah kebiasaan yang baik. TIdak hanya di sekolah saja, melainkan dimanapun tempatnya.
Membuat Pupuk Organik Cair (POC) di Rumah
Webinar Yuk Bikin Kompos Sendiri di Rumah
Masa pandemi bukan alasan untuk kita berhenti peduli terhadap lingkungan. Bagi kami, semasa pandemi merupakan suatu hal yang baik untuk mencoba hal baru, seperti perombakan aktivitas melalui media online. Salah satu wujudnya ialah pengadaan Webinar Yuk Bikin Kompos Sendiri di Rumah yang diikuti oleh umum dan diisi oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bantul, dan dari kader kompos SMA Negeri 1 Bantul. Melalui seminar online yang diadakan pada tanggal 27 Juni 2020 ini, kami memaparkan bagaimana cara mengelola sampah, salah satunya membuat kompos sederhana. Berikut kalian dapat menyimak kembali melalui link youtube di bawah ini!
Rombak Piket Semasa Pandemi
Pemberlakuan sekolah daring dalam edaran pembelajaran jarak jauh dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta menyebabkan perubahan terkait aktivitas peduli lingkungan di SMA Negeri 1 Bantul. Bukan ditiadakan, melainkan perombakan sasaran dan piket yang sebelumnya ditujukan ke siswa SMA Negeri 1 Bantul, kini dilakukan oleh guru beserta karyawan SMA Negeri 1 Bantul. Piket ini dilakukan secara rutin, sama halnya seperti yang dilakukan siswa sebelum pandemi.
Edukasi Pembuatan Kompos dan Minikomposter Melalui Broadcast
Edukasi Pembuatan Kompos dan Minikomposter Melalui Broadcast
Referensi Kegiatan Pengelolaan Sampah
- 2013. Pengelolaan Sampah Mandiri. Yogyakarta: Badan Lingkungan Hidup.
- Triwahyuningsih, Nike dkk. Panduan Pembuatan Pupuk Organik, Biopori, dan Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk kompos dan biopestisida. Yogyakarta: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Republik Indonesia.
- 2014. Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Lembaran Negara RI Tahun 2014. Sekretariat Negara. Yogyakarta.
- 2019. Gerakan Gemi Nastiti Ngati-ati Penerapan Budaya Ekoefisiensi di Desa dan Kampung Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta. Tim Pelaksana Adiwiyata SMA N 1 Bantul.
- 2017. Buku Saku Adiwiyata. Yogyakarta.
























































































































































