Sistem Rumah Jamur Otomatis

SMA Negeri 1 Bantul

Sistem Rumah Jamur Otomatis

Saba Berwawasan Lingkungan atau yang biasa dikenal dengan SBL adalah salah satu UKK (Unit Kelompok Kegiatan) di SMA N 1 Bantul yang terfokus dalam bidang lingkungan. Sehingga program kerja yang tersusun dalam organisasi ini beraktivitas berkaitan dengan pelestarian, pemeliharaan, maupun pembudidayaan hal hal yang berkaitan dengan lingkungan. Baik itu di bidang perikanan, tanaman hias, tanaman konsumsi, dan masih banyak lagi

Salah satu program kerja yang dilakukan SBL adalah Budidaya Jamur. Kegiatan ini terdapat dalam divisi/kader yang bernama Tonghouse, dimana kader ini bertugas untuk merawat dan mengelola budidaya hidroponik, jamur, tanaman obat, juga greenhouse di SMAN 1 Bantul. Budidaya jamur di SMAN 1 Bantul dikelola oleh kader tersebut dan juga melibatkan siswa. Kegiatan yang dilakukan dalam budidaya jamur yakni pembuatan media, pembibitan, serta perawatan.

Budidaya jamur di SBL mengalami inovasi melalui penelitian yang dilakukan oleh siswa SMAN 1 Bantul, yakni Anas dan Faqih pada tahun 2020. Dimana inovasi yang dilakukan adalah SIRUJO Sistem Rumah Jamur Otomatis. Dimana inovasi tersebut muncul ditengah permasalahan yang dihadapai dalam budidaya yang terkendala karena faktor cuaca. Cuaca sangat berpengaruh dengan suhu dan kelembaban yang mempengaruhi pertumbuhan jamur.

SIRUJO merupakan sistem kontrol yang berkaitan dengan proses perawatan jamur. Adapun fitur fitur yang dilakukan adalah pengkabutan otomatis, kontrol suhu dengan hujan buatan dan pengkabutan, inkubasi dan perawatan jamur, kontrol dan pantau real time berdasarkan whatsapp dan telegram, serta safety instalasi dimana terdapat paket rakit simpel dan portable.

Inovasi ini memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya adalah sistem kontrol suhu dan kelembaban dapat dilaksanakan dengan optimal dan praktis. Hal ini terjadi karena terdapat sistem kontrol dan pantau realtime berbasis whatsapp dan telegram. Dengan optimalisasi sistem kontrol tersebut dapat meningkatkan produktifitas jamur, efisiensi perawatan, hingga dapat meningkatkan kualitas jamur yang akan dipanen.

Adanya inovasi ini menunjukkan bahwa siswa SMA N 1 Bantul adalah siswa yang mampu berpikir kritis dan solutif. Berawal dari sebuah persoalan yang dihadapi, kemudian muncul sebuah solusi. Solusi yang ditawarkan lebih dari sebuah penyelesaian masalah. Namun solusi tersebut berkembang menjadi sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

 Sisi positif lain yang dapat kita lihat di inovasi adalah harmoni kerja sama. Dimana kerja sama yang baik dapat terlaksana antar siswa. Inovasi SIRUJO dilakukan oleh siswa yang tergabung dalam UKK SBL serta kelompok penelitian, yakni SRSC. Walau berada bidang yang berbeda, dapat bekerja sama menemukan sebuah solusi dengan mengkolaborasikan keahlian mereka. Sehingga dengan demikian keberadaaan Unit Kelompok Kegiatan di SMAN 1 Bantul memberikan dampak positif dalam rangka memajukan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *